Tumpukan sampah di Jl. Adi Sucipto SMA Negri 4 Kupang
Daily Lumen - Membuang sampah disembarang tempat terutama di lahan kosong di tengah kota menjadi sebuah hal yang sering dilakukan oleh masyarakat dan sering ditemukan di beberapa titik di Kota Kupang. Salah satu lokasi tempat pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab terjadi di Jl. Adi Sucipto, Oesapa, Kelapa Lima, Kota Kupang, tepatnya di sekitar SMA Negeri i 4 Kupang dan SMP Negeri . 20 Kupang.
Pantauan Daily Lumen, tumpukan sampah di daerah ini merupakan sampah kiriman dari tempat-tempat lain yang kemudian buang oleh warga yang melintas di sekitar area ini.
Lurah Oesapa, Kiai Kia menyampaikan pihak kelurahan mengalami kesulitan dalam mengawasi daerah tersebut karena lokasi tersebut merupakan lahan terbuka milik sebuah keluarga yang tidak dikelola oleh siapapun. Hal ini menyebabkan sulitnya koordinasi warga sekitar dengan pemilik lahan.
"Untuk TPS (tempat pembuangan sementara) ada di dekat SMP Negeri 20 Kupang, namun masyarakat enggan membuang sampah di tempatnya melainkan membuang di beberapa titik di sekitaran termasuk turunan setelah SMA Negeri 4. Ada indikasi bahwa yang membuang sampah di tempat ini merupakan warga yang bukan dari kelurahan Oesapa karena pada saat kami mengikuti kegiatan bakti sosial pihak peduli kebersihan provinsi yang hampir dilakukan sebanyak tiga sampai empat kali terakhir dilakukan sabtu kemarin, ditemukan bahwa jenis-jenis sampah yang ada di tempat tersebut bisa dikategorikan sebagai sampah rumahan dengan jumlah banyak dan beberapa jenis sampah yang dirasa bukan digunakan oleh masyarakat biasa sekitaran tempat pembuangan sampah. Dengan begitu beliau berkesimpulan bahwa sampah yang ada tempat tersebut merupakan sampah kiriman dari tempat lain "ujar Beliau.
Saya juga tidak bosan-bosannya untuk sosialisasi kepada masyarakat pada saat ada kesempatan acara hajatan seperti: pernikahan, kedukaan, dan kegiatan pertemuan-pertemuan selalu omong berkaitan dengan sampah apalagi di masa lalu hujan saat ini akan menimbulkan dampak lebih seperti kemunculan beberapa penyakit akibat penumpukan sampah.
Beliau juga menambahkan bahwa sampah dan kepedulian lingkunproses pembuatan produk jagung bunga bersama mitra kakak Marina Bait Meko.gan merupakan tanggung jawab masing-masing pribadi berkaitan dengan perilaku akan kesadaran membuang sampah tidak pada tempatnya merupakan cerminan dari perilaku yang buruk.
Dengan begitu beliau berharap agar perlahan-lahan perilaku masyarakat berubah akan sampah, karena masalah sampah merupakan tanggung jawab masing-masing orang dengan kesadaran yang tinggi akan lingkungan dapat menciptakan sebuah budaya akan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan. (Rolland)
Komentar
Posting Komentar